Langsung ke konten utama

Postingan

Kayu Manis

Gadis bersendu di sana Sedang menunggu suara angin Perhatiannya teralih ke sini Karena perasannya terlalu ringkih Hatinya terlalu sederhana Ucapnya terlalu ragu Jangan suka menggila kamu Jangan suka beradu cerita Yang sudah biarkan berlalu Yang jauh biarkan pergi Sesudah itu kau tak tahu malu Seenaknya beralih ke kayu manis yang menunggu selamanya Sambil mengharap pengabaian yang tak berujung Ketika malam sudah terasa berat Inilah akhirnya Terang sendiri, wangi sendiri

Ada yang Salah dari Kota Ini

Diam dia sekarang Tak kehabisan akal agar bisa berbicara dengan hatinya Satu per satu benda yang dibencinya mulai bergerak di atas kepalanya Dia terlihat bodoh di mata orang-orang itu Tapi begitulah dia, akan selalu terlihat bodoh Sampai kapanpun dia akan tetap diam di tempat ini Pembicaraan dengan hatinya pun berakhir pada suatu kesimpulan Kota ini kejam. Sangat kejam. Hingga detik ini, yang ditunggunya tak kunjung tampak Dia mulai lelah, tapi dia tetap tak bergeming Sudah dua tahun kamu tak menjamah hatinya Dia sendiri yang merawat hatinya, mencoba berdamai dengan satu hal Pesawat yang membawamu kembali ke kota ini akan tiba sebentar lagi Sia-sia.. Kamu tak mau kembali Ada yang salah dari kota ini, sayang. Atau memang ada yang salah dari hatimu. Hati kita ? Depok, 20 April. 5:55 WIB